Banten Siapkan SDM Terampil Lewat Kolaborasi SMK dan Dunia Usaha

Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau SMK Mitra Industri MM2100 di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/11/25).

BANTEN, HITAMPUTIH.CO.ID
- Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia industri. Upaya ini dinilai penting untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Banten.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat meninjau SMK Mitra Industri MM2100 di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Banten.

“Alhamdulillah, hari ini atas inisiasi Apindo Banten, kami dapat meninjau langsung dan mengunjungi SMK Mitra Industri MM2100,” kata Andra Soni.

Kunjungan ini bertujuan mempelajari model pendidikan kejuruan yang dinilai efektif dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri. SMK Mitra Industri MM2100 dikenal sebagai sekolah percontohan yang menerapkan konsep link and match secara nyata, di mana kurikulum disusun sesuai dengan kebutuhan industri.

Keunikan sekolah ini terletak pada pengelolaannya yang dilakukan langsung oleh pihak industri di kawasan MM2100. Kolaborasi tersebut menjadikan SMK ini sebagai contoh konkret sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja.

Selama kunjungan, Gubernur Andra meninjau berbagai fasilitas pembelajaran, mulai dari laboratorium, ruang praktik, hingga kelas bahasa asing. Ia juga melihat langsung kemampuan bahasa siswa, termasuk Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, dan Jerman.

“Saya memahami bahwa Apindo mengajak saya agar kita dapat melanjutkan diskusi mengenai bagaimana Provinsi Banten bisa memiliki dan mengembangkan sekolah kejuruan yang bermitra erat dengan para pelaku industri,” ujar Andra Soni.

Kepala Sekolah SMK Mitra Industri MM2100, Lispiyatmini, menjelaskan sekolah ini berada di bawah Yayasan Mitra Industri Mandiri dan berdiri sejak 16 Februari 2011. Sekolah yang menempati lahan seluas dua hektar ini dikelola bersama oleh Kawasan Industri MM2100 dan Forum Komunikasi Kerja Sama Sekolah dengan Industri (FKKSM) MM2100, serta mendapat dukungan dari berbagai perusahaan di kawasan tersebut.

“Untuk tes masuk siswa baru dilakukan oleh pihak eksternal,” jelas Lispiyatmini.

Menurut Lispiyatmini, SMK ini awalnya hanya memiliki satu program keahlian, yaitu teknik sepeda motor. Kini, sekolah tersebut telah memiliki delapan program keahlian yang mencakup bidang teknik elektronika industri, instalasi tenaga listrik, kendaraan ringan, akuntansi, permesinan, perhotelan, sepeda motor, dan kimia industri.

Saat ini, SMK Mitra Industri MM2100 memiliki 2.169 siswa dengan dukungan 100 tenaga pengajar. Sekolah juga menanamkan lima nilai utama bagi siswa dan guru, yaitu kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian.

Menutup kunjungan, Gubernur Andra Soni berharap dunia usaha di Banten dapat ikut mendukung pengembangan pendidikan vokasi.

“Saya berharap teman-teman Apindo Banten dapat memberikan dukungan penuh kepada kita, supaya anak-anak Banten juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan vokasi dengan kualitas seperti yang didapatkan oleh anak-anak di wilayah ini,” pungkasnya.(redhp/bud)