DP2KBP3A Lebak Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta TPPO di Kecamatan Maja

Foto bersama usai kegiatan pergerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta TPPO, di Aula kantor Kecamatan Maja, Lebak, Banten, Selasa (29/11/2022).
Foto bersama usai kegiatan pergerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta TPPO, di Aula kantor Kecamatan Maja, Lebak, Banten, Selasa (29/11/2022).

HITAMPUTIH.CO.ID – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak menggelar acara sosialisasi kegiatan pergerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) diikuti Forkopimcam Kecamatan Maja, di Aula kantor Kecamatan Maja, Lebak, Banten, Selasa (29/11/2022).

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Dedi Lukman mengatakan, kegiatan tindak pidana perdagangan orang ini yang menjadi prioritas, yang menjadi sasarannya perempuan dan anak.

“Ini sudah marak, apalagi kabupaten lebak ini sudah terbuka secara umum aksesnya, dengan adanya jalan tol, kemudian berbatasan hampir dengan empat kabupaten,” ujar Dedi kepada awak media, usai gelaran sosialisasi.

BACA JUGA :  Hadiri Haul Ke 129 Syekh Nawawi Al-Bantani, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Shalat Jum'at Bersama Wapres RI

Dikatakannya, Maja ini termasuk berbatasan dengan beberapa kabupaten, kabupaten serang, tangerang dan bogor.

“Nah ini perlu kita antisipasi, sehingga masyarakat bisa melindungi dari lingkungan yang terkecil, seperti keluarga, rt, rw sampai kepada desa,” jelasnya.

Jadi, himbau Dedi, jangan sampai mudah diiming-imingi, jika ada yang mengajak. Umpamanya untuk mengikuti bekerja tetapi ternyata kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Harus kroscek legalitasnya dan koordinasi dengan desa, berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja, apakah betul ini ada perusahaan yang benar dalam rangka mengangkat tenaga kerja.

‘Jadi, jangan sampai ada masyarakat kita yang tereksploitasi diiming-imingi pekerjaan, ternyata mereka disana mendapat perlakuan yang tidak sesuai, baik secara fisik atau psikis memberikan pekerjaan yang tidak sesuai, termasuk eksploitasi orang. Itu yang tidak kita harapkan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Polda Banten Gelar Seleksi Kesehatan Tahap II Calon Bintara dan Tamtama Polri T A.2021

“TPPO ini leading sektor nya dengan dinas tenaga kerja tetapi ini juga kita harus berkoordinasi, baik dengan UMKM, perindustrian dan perdagangan dan pertanian terutama, agar bisa memberi lapangan pekerjaan, menciptakan lapangan pekerjaan supaya mereka tidak usah harus bekerja ke luar agar memanfaatkan potensi wilayah yang ada,” imbuhnya.

Dedi berharap, masyarakat untuk selalu cek and ricek bila ada informasi atau ada promosi pengumuman yang mengajak mengiming-imingi pekerjaan atau usaha.

“Dengan hal fantastis kalau kita koordinasi, minimal ke rt rw, mereka punya teman untuk saling bertukar informasi,” pungkasnya.