Isi Seminar, Bupati Lebak Ajak Perempuan Untuk Berdaya Saing

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi keynote speaker pada seminar Nasional, dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021).
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi keynote speaker, dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021).

HITAM PUTIH, LEBAK – Sebagai suatu prodi dengan orientasi di bidang komunikasi perubahan sosial, Prodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan seminar nasional dan workshop.

Seminar Nasional dan Workshop mengenai komunikasi/kampanye kesehatan dengan fokus pada isu gender dan inklusi sosial (gesi), dengan Tema “Komunikasi Inklusi Gender Dalam Pemerataan Kesehatan” ini, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi keynote speaker, dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting, Sabtu (16/10/2021).

Dalam seminar nasional tersebut, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Lebak memiliki misi meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan.

“Jadi, akan berkorelasi kepada inklusi gender, karena melalui kualitas pendidikan dan daya saing ini tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan,” katanya.

BACA JUGA :  Keruk Uang di ATM Teman, Perempuan Berhijab Ini Dibekuk Polresta Tangerang

Terlebih, jelas Bupati, didalam Undang-Undang soal perempuan juga memiliki hak yang sama diberikan tiga puluh persen.

“Intinya, saya mengajak kepada semuanya, kita perempuan harus berdaya saing diantaranya meningkatkan kompetensi,” tandasnya.

Dan tentunya, terang Bupati, lingkungan sekitar juga harus mendukung.

“Jadi, kita memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, yang terpenting adalah mari kita gali potensi, kita tingkatkan potensi kita untuk bisa bersaing dengan seluruh elemen yang lainnya,” tukasnya.

Sementara itu Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan, bahwa seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang sensitif terhadap isu gender, mengoptimalkan pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten khususnya, serta membuka jaringan dan kolaborasi lembaga akademik dan lembaga lainnya.

BACA JUGA :  Idul Fitri 1443 H, Polda Banten Sholat Ied Berjamaah di Mesjid Baiturahman

“Fokus workshop ini adalah distribusi pengetahuan tentang kampanye sosial yang berorientasi gender dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal isu kesehatan, terutama yang terkait dengan kasus gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu dan anak,” katanya.