Puluhan Warga Banten Tertipu Investasi Bodong Berkedok Simpan Pinjam, Rugi Ratusan Juta Rupiah

Puluhan Warga Banten Tertipu Investasi Bodong Berkedok Simpan Pinjam

SERANG, HITAM PUTIH – Puluhan warga di Banten menjadi korban penipuan investasi bodong berkedok simpan pinjam. Para korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Awalnya, para korban tergiur dengan iming-iming keuntungan besar mencapai 40% per bulan. Investasi bodong ini dijalankan oleh seorang pelaku yang bermodus menawarkan jasa simpan pinjam.

Salah satu korban, Ayu Sukma, menceritakan bahwa dia mulai berinvestasi pada bulan Januari 2024. Awalnya, dia hanya menaruh uang sebesar Rp1 juta. Namun, pelaku kemudian memintanya untuk menambah deposit dengan janji keuntungan yang lebih besar.

“17 Januari, awal naro satu juta terus diminta tambah lagi biar cuan nya banyak, dari Januari belum ada sampai saat ini tidak ada keuntungan, akhirnya pelaku dilabrak karena tidak ada keuntungan dan janji-janji terus bahkan di ATM pelaku hanya ada saldo 900 ribu, shock gitu kan,” ujar Ayu Sukma.

Kekecewaan para korban semakin memuncak saat mereka mengetahui bahwa pelaku tidak memiliki uang untuk membayar keuntungan yang dijanjikan. Para korban kemudian mendatangi kantor pengacara untuk mencari solusi dan pendampingan hukum.

“Laporkan ke Polda Banten, melakukan koordinasi dan mengumpulkan bukti. Kurang lebih korban ada 30 orang, total kerugian kurang lebih satu miliar,” kata Ari Bintara, kuasa hukum korban.

Para korban yang kesal dengan pelaku investasi bodong mendatangi rumahnya dan membawanya ke Polda Banten untuk diproses hukum. “Kita sih berharap ditahan,” tegas Ari Bintara.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Ari Bintara menduga bahwa ini adalah sindikat penipuan karena tidak mungkin seorang individu mampu menipu banyak orang dengan modus yang sama.

“Awalnya para korban tidak ingin mempidanakan asalkan uangnya dikembalikan,” kata Ari Bintara.

Pelaku sempat menandatangani surat perjanjian untuk melunasi uang Rp900 juta dalam satu minggu kepada korban. Namun, lagi-lagi pelaku tidak menepati janjinya.

Diketahui, sebagian korban mengenal pelaku investasi bodong ini karena pernah bekerja sama di bidang SPG.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar yang tidak wajar. Pastikan untuk melakukan riset yang mendalam sebelum berinvestasi di manapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *