Dindikbud Kota Serang Jadikan Maulid Nabi Momen Cetak Pelajar Cerdas Anti-Toxic


SERANG, HITAM PUTIH 
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang punya cara asik buat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini. Nggak cuma kumpul-kumpul biasa, momen spesial ini disulap jadi ajang strategis untuk menanamkan empat sifat super dari Rasulullah langsung ke dalam DNA pendidikan lokal.

Kepala Dindikbud Kota Serang, H. Ahma Nuri, menegaskan peringatan Maulid jangan sampai sekadar seremonial numpang lewat kalender. Esensi utamanya adalah membawa gaya kepemimpinan dan sifat teladan Nabi Muhammad SAW ke ruang-ruang kelas.

Buat Kepala Dindikbud ini, mencintai Rasulullah itu spektrumnya luas. Mulai dari memperbanyak selawat, meniru sifat baiknya, sampai melestarikan budaya yang sudah mendarah daging di Banten, yaitu tradisi panjang mulud.

"Dinilai dari berapa hikmah dan nilainya untuk mencintai Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dinas Pendidikan memiliki ekspektasi besar, mudah-mudahan dengan peringatan Kanjeng Nabi Muhammad dalam konteks kelahirannya bukan hanya seremonial, tetapi memiliki hikmah yang luar biasa," ujar Ahma Nuri.

Ahma Nuri sangat mewanti-wanti pentingnya menerapkan sifat siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas). Empat sifat ini dinilai jadi kunci rahasia untuk menyukseskan program besar Kota Serang Cerdas.

Ternyata, definisi cerdas versi Dindikbud bukan sekadar punya nilai matematika sempurna. Kecerdasan sejati juga mencakup adab dan pembangunan karakter yang kuat.

"Fathanah, kecerdasan ini harus kita gelorakan. Bukan hanya kecerdasan tentang akademik, tetapi kecerdasan seperti ini adalah bagian dari kecerdasan. Ini salah satu kecerdasan yang dibuktikan oleh satuan pendidikan dan kepala sekolahnya," kata Ahma Nuri.

Biar makin meriah, Dindikbud juga menggelar Festival Panjang Mulud. Festival ini sukses jadi semacam wadah unjuk gigi kreativitas sekolah sekaligus menjaga agar tradisi lokal nggak punah ditelan zaman.

"Kita laksanakan panjang mulud. Ini juga dengan adanya festival panjang mulud yang dinilai oleh beberapa ragam, agar mereka tetap bisa berkreasi dan memantik di bidang kebudayaan," tambah Ahma Nuri.

Selain adu kreasi, kebudayaan diyakini bisa jadi jembatan asik untuk mendukung dakwah pendidikan yang rahmatan lil alamin.

"Kebudayaan meyakini bahwa sebagai infrastruktur dari dakwah pendidikan dan dakwah-dakwah rahmatan lil alamin. Salah satunya seperti ini," katanya.

Acara ini rupanya dihadiri jajaran penting, mulai dari Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Sekretaris Dindikbud Agus, hingga para kepala sekolah. Rangkaian kegiatannya pun ditutup manis dengan aksi berbagi bersama anak-anak yatim dan masyarakat sekitar gedung baru Dindikbud.

Di penghujung acara, Kepala Dindikbud Kota Serang berharap gedung baru yang mereka tempati bisa membawa vibrasi positif dan manfaat nyata, sejalan dengan visi Kota Serang Cerdas, Berbudi dan Peduli.

"Mudah-mudahan Dinas Pendidikan dengan gedung baru ini memiliki elan vital atau mempunyai efek yang berdampak bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, agar tujuan pendidikan Kota Serang Cerdas, Berbudi dan Peduli bisa dilaksanakan dengan baik," pungkasnya.

Penulis: Ari