Doa Bersama Keluarga 8 Korban Arupadhatu I, Andra Soni Pastikan Pemantauan Tak Berhenti
![]() |
| Kegiatan doa bersama di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9). |
PANDEGLANG, HITAMPUTIH.CO.ID - Harapan keluarga delapan korban kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum terputus. Gubernur Banten Andra Soni memastikan pemantauan tetap dilakukan meski operasi pencarian aktif Tim SAR telah resmi dihentikan.
Andra Soni bersama Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menemui keluarga korban dalam kegiatan doa bersama di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).
Doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan moral Pemprov Banten kepada keluarga delapan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata. Mereka hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda.
Andra Soni mengatakan Pemprov Banten akan tetap mendampingi keluarga korban. Menurutnya, berakhirnya operasi pencarian aktif tidak berarti pemantauan dan komunikasi ikut dihentikan.
“Pemantauan tetap dilakukan dan kami akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR,” ujar Andra Soni.
Ia mengatakan Pemprov Banten akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR maupun pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru.
Setiap informasi yang diterima, kata Andra, akan segera disampaikan kepada keluarga korban.
“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” katanya.
Andra menegaskan Pemprov Banten akan tetap mengawal perkembangan di lapangan. Komunikasi dengan berbagai pihak juga akan terus dijaga untuk memastikan keluarga memperoleh informasi terbaru.
Bagi keluarga korban, doa bersama tersebut menjadi ruang untuk saling menguatkan sekaligus menjaga harapan di tengah ketidakpastian.
Pemprov Banten berharap doa yang dipanjatkan dapat memberikan kekuatan kepada keluarga serta membuka jalan bagi munculnya petunjuk mengenai keberadaan delapan korban Arupadhatu I.
