Simposium PAPERTA II: Untirta Gandeng Kampus Jepang & Malaysia Buat Amankan Pangan Banten


SERANG, HITAM PUTIH - Provinsi Banten itu ibarat piring prasmanan raksasa yang lauknya komplit, dari hasil bumi daratan sampai tangkapan laut. Sadar akan harta karun ini, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memutar otak lewat Simposium PAPERTA II untuk memastikan lumbung pangan Banten tetap aman sentosa.

Dekan Untirta, Ririn, menegaskan bahwa Banten punya modal luar biasa besar untuk merajai sektor agrumaritim. Posisi geografis Banten yang strategis ditambah keanekaragaman hayatinya membuat provinsi ini terlalu sayang jika potensinya tidak digas pol.

“Tema yang diangkat hari ini terkait dengan strategi dan inovasi untuk pengembangan, karena kami fokusnya di agro maritim untuk menunjang ketahanan pangan, khususnya di Banten,” ujar Dekan Untirta Ririn saat menjadi narasumber di Simposium PAPERTA II.

Tentu saja, modal alam yang melimpah tidak akan banyak berguna tanpa racikan strategi dan inovasi yang jitu. Di titik krusial inilah perguruan tinggi turun gunung untuk menyumbang gagasan serta riset memadai.

Supaya wawasannya tidak mentok di situ-situ saja, Untirta menarik bala bantuan dengan mengajak kolaborasi para pakar dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan bisa memperluas perspektif dalam mengatasi isu perut masyarakat banyak.

“Di sini peran Untirta, kita berkolaborasi dengan beberapa akademisi dari kampus dalam negeri kemudian luar negeri. Tadi dari Osaka yang hadir di sini, kemudian dari Kelantan, kemudian nanti salah satu narasumber juga dari mitra industri,” ungkap Ririn.

Keterlibatan kampus internasional dan pelaku industri di simposium ini ditargetkan berlanjut menjadi aksi nyata. Kampus tidak ingin forum diskusi semacam ini hanya berakhir menjadi tumpukan dokumen tebal di perpustakaan.

“Harapannya kita bisa terus berkolaborasi untuk PR-PR ketahanan pangan, khususnya di Banten, bisa terselesaikan. Kita berharap bersama-sama turut serta agar persoalan terkait dengan ketahanan pangan itu bisa kita selesaikan bersama-sama,” katanya.

Melalui ajang Simposium PAPERTA II ini, Untirta bersama para akademisi dan industri berkomitmen memperkuat sinergi. Strategi agrumaritim yang lahir dari forum ini didorong menjadi resep ampuh untuk menjawab tantangan ketahanan pangan Banten ke depan.

Penulis: Ari