Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi UNIFIL Tiba di Indonesia, Disambut Upacara Militer


HITAM PUTIH, JAKARTA -
Jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon akhirnya tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026). Ketiganya merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Pesawat yang mengangkut jenazah mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta sekitar pukul 17.47 WIB. Setibanya di tanah air, tiga peti jenazah langsung dipindahkan ke ambulans dan disambut oleh jajaran prajurit TNI dalam suasana khidmat.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa seluruh jenazah akan menjalani prosesi persemayaman militer sebelum diberangkatkan ke daerah asal masing-masing.

“Akan dilakukan persemayaman militer sebelum jenazah diberangkatkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer,” ujar Rico Ricardo Sirait.

Ketiga prajurit yang gugur yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Mereka meninggal dunia dalam dua insiden terpisah di wilayah Lebanon selatan yang tengah dilanda ketegangan.

Dalam keterangan resmi, UNIFIL menjelaskan bahwa Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di dekat pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

“Prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia,” demikian pernyataan UNIFIL.

Sementara itu, dua prajurit lainnya gugur pada Senin (30/3/2026) akibat ledakan dari sumber yang masih belum diketahui. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, ketiga prajurit mendapat penghormatan terakhir melalui upacara militer di Bandara Internasional Rafik Hariri pada Jumat (2/4/2026) waktu setempat. Upacara ini dihadiri oleh pejabat tinggi internasional dan perwakilan pemerintah Indonesia.

Komandan Pasukan UNIFIL, Diodato Abagnara, turut hadir bersama Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Imran Riza, serta Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dalam menjaga perdamaian dunia, ketiga prajurit tersebut dianugerahi medali anumerta dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Angkatan Bersenjata Lebanon.

Kepulangan jenazah ketiga prajurit TNI ini menjadi pengingat atas risiko besar yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia di wilayah konflik. Negara memberikan penghormatan penuh atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam misi kemanusiaan internasional.