ASN, Kader dan Warga Maja Serentak Bergerak Berantas Sarang Nyamuk, Puskesmas Maja Fokus Cegah DBD


HITAM PUTIH, LEBAK
– Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan di Kabupaten Lebak. Menindaklanjuti instruksi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, UPTD Puskesmas Rawat Inap Maja menggelar gerakan Jumat Bersih (Jumsih) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN), pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan pengendalian kasus DBD yang berpotensi meningkat saat musim penghujan dan perubahan cuaca.

Kepala UPTD Puskesmas Maja, Hj Deminah PS SKM SST Kes, mengatakan gerakan serentak tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak kepada seluruh puskesmas agar memperkuat upaya pencegahan DBD di wilayah masing-masing.

"Kami menindaklanjuti arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak terkait percepatan pencegahan dan pengendalian kasus Demam Berdarah Dengue. Seluruh puskesmas diminta melaksanakan gerakan bersama secara serentak," kata Hj Deminah kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, setelah menerima instruksi tersebut, Puskesmas Maja langsung berkoordinasi dengan Forkopimcam, pemerintah desa, lembaga pendidikan, kader kesehatan, dan berbagai unsur terkait lainnya.

Langkah cepat itu mendapat respons positif dari seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Maja sehingga pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara serentak.

"Alhamdulillah, seluruh lintas sektor di Kecamatan Maja bergerak cepat menindaklanjuti surat edaran tersebut. Semua pihak mendukung pelaksanaan gerakan Jumat Bersih dan Pemberantasan Sarang Nyamuk," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan agenda kerja bakti massal, inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), serta pemeriksaan langsung ke rumah-rumah warga untuk mencari dan menghilangkan potensi sarang nyamuk penyebab DBD.

Petugas kesehatan bersama kader Jumantik, kader Posyandu, RT, RW, dan aparatur desa melakukan pemeriksaan secara door to door guna memastikan tidak ada jentik nyamuk berkembang di lingkungan masyarakat.

Sebelum kegiatan berlangsung, Puskesmas Maja juga telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat agar gerakan ini menjadi aksi bersama yang berkelanjutan.

"Pemeriksaan ke rumah warga dilakukan secara santun dan edukatif. Petugas didampingi RT, RW maupun kader setempat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk, seperti bak mandi, dispenser air, pot bunga, hingga barang bekas," jelasnya.

Hj Deminah menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian DBD membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya terus mengajak warga untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Ia mengingatkan pentingnya menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung genangan air.

"Kami berharap seluruh masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan DBD harus dilakukan bersama-sama karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati," pungkasnya.