Puskesmas Maja Tingkatkan Kesadaran Warga Tanjungsari tentang Pencegahan Kanker Serviks dan TBC


HITAM PUTIH, LEBAK
– Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melalui UPTD Rawat Inap Puskesmas Maja menggelar sosialisasi mengenai kanker serviks dan tuberkulosis (TBC) kepada masyarakat Desa Tanjungsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut bertepatan dengan Hari Bidan Nasional tahun 2026 yang dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan layanan kesehatan terpadu sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pelayanan kesehatan serta meningkatkan deteksi dini penyakit di wilayah pedesaan.

Dalam kegiatan itu, masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan gratis yang mencakup program Mobile Clinic, Telemedicine, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut dihadirkan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.

Selain pelayanan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai kanker serviks yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Materi yang disampaikan meliputi faktor risiko, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kepala UPTD Rawat Inap Puskesmas Maja, Bd. Hj. Deminah PS, SKM, SST, mengatakan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.

"Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini guna menekan angka kesakitan maupun kematian akibat kanker serviks," ujar Hj. Deminah.

Dalam pemaparannya, petugas kesehatan menjelaskan bahwa kanker serviks umumnya dipicu oleh infeksi virus HPV, terutama tipe HPV 16 dan HPV 18 yang memiliki risiko tinggi menyebabkan perubahan sel pada leher rahim menjadi kanker.

Virus tersebut dapat menyebar melalui kontak kulit maupun cairan tubuh dan sering dikaitkan dengan penularan melalui hubungan seksual. Selain infeksi HPV, risiko kanker serviks juga dapat meningkat akibat kebiasaan merokok, obesitas, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta ketidakseimbangan hormon.

Petugas kesehatan menekankan bahwa vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah paling efektif untuk mencegah infeksi virus tersebut. Vaksin dianjurkan diberikan sejak usia dini, khususnya kepada anak perempuan usia sekolah sebelum terpapar HPV.

Meski demikian, vaksinasi juga dapat diberikan kepada perempuan dewasa sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko infeksi HPV yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.

Masyarakat juga diajak untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini. Dalam sosialisasi tersebut, diperkenalkan metode skrining berupa Tes DNA HPV dan Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).

Tes DNA HPV digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus HPV secara langsung sehingga risiko kanker serviks dapat diketahui lebih awal. Sementara itu, Tes IVA dilakukan dengan mengoleskan asam asetat pada leher rahim guna mendeteksi adanya perubahan atau kelainan pada jaringan serviks.

Metode IVA dinilai sederhana, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu pilihan skrining yang efektif di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain membahas kanker serviks, petugas juga memberikan edukasi mengenai tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Petugas menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara tepat dan tuntas. Melalui Program Penanggulangan TBC Nasional, pemerintah terus memperkuat penemuan kasus secara aktif, meningkatkan kualitas pengobatan, serta memastikan pendampingan pasien hingga sembuh.

"TBC bukanlah penyakit yang tidak bisa dikalahkan. TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan tuntas. Mari tingkatkan kepedulian, hapus stigma, dan bersama-sama kita wujudkan Indonesia Bebas TBC," jelas petugas kesehatan.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk mengenali gejala TBC sejak dini, seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta demam yang berlangsung dalam waktu lama.

Petugas mengajak masyarakat menerapkan prinsip TOS TBC, yakni Temukan gejalanya sejak dini, Obati dengan mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, dan Sembuhkan dengan mengonsumsi obat secara teratur hingga tuntas selama minimal enam bulan.

Seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC di puskesmas disediakan secara gratis oleh pemerintah. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Puskesmas Maja berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks dan TBC semakin meningkat. Dengan vaksinasi HPV, pemeriksaan rutin, serta kepatuhan menjalani pengobatan TBC, kualitas kesehatan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga dan meningkat.