Milad ke-5 Ponpes Al-Muhaimin, Perkuat Pengabdian dan Pendidikan Santri
SERANG, HITAM PUTIH – Pondok Pesantren Al-Muhaimin memperingati Milad ke-5 dengan penuh khidmat dan suasana kekeluargaan. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah, para kiai dan nyai, guru serta tenaga pendidik, santri, tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, dan aparatur negara.
Dalam momentum tersebut, apresiasi disampaikan kepada pemilik sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhaimin, KH Eko Susilo, beserta keluarga besar pesantren yang selama lima tahun dinilai konsisten menjaga eksistensi serta mengembangkan peran pesantren di tengah masyarakat.
Sejumlah pimpinan pondok pesantren turut hadir, di antaranya perwakilan Pondok Pesantren Al-Umi dan Darul Quran, pimpinan Pondok Pesantren Al-Bayan beserta cabang dan santrinya, KH Dzuhri Fauzi dari Pondok Pesantren An-Nuqthah Jakarta, KH Nur Soleh, KH Ahmad Rifai, KH Saifullah, serta Ustaz KH Suhaimi.
Kehadiran para pimpinan pesantren, kiai, nyai, guru, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan seperti camat, Danramil, dan perwakilan kepolisian turut mempererat silaturahmi dalam peringatan Milad ke-5 tersebut.
KH Eko Susilo Sampaikan Pesan tentang Keluarga
Selain menjadi momentum memperingati perjalanan pesantren, Milad ke-5 Pondok Pesantren Al-Muhaimin juga diisi pesan mengenai pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan menghargai pengorbanan pasangan hidup.
KH Eko Susilo menyampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang baik. Menurutnya, keharmonisan rumah tangga perlu dibangun melalui kasih sayang, kesetiaan, saling menghormati, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam keluarga, seorang istri memiliki peran besar dalam mendampingi suami, mengurus rumah tangga, mendidik anak, serta memberikan dukungan dalam berbagai keadaan.
Karena itu, setiap suami diingatkan untuk senantiasa menghormati, menyayangi, dan menghargai istrinya. Dukungan serta pengorbanan pasangan menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan seseorang.
Keteladanan Rasulullah SAW bersama Sayyidah Khadijah RA juga menjadi salah satu gambaran mengenai kehidupan keluarga yang dibangun dengan kesetiaan, dukungan, pengorbanan, dan kasih sayang.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata lahir dari perjuangan pribadi. Ada doa, dukungan, dan pengorbanan orang-orang terdekat, khususnya keluarga, yang turut berperan di dalamnya.
Lima Tahun Al-Muhaimin Diharapkan Semakin Berkah
Memasuki usia kelima, Pondok Pesantren Al-Muhaimin diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pesantren juga diharapkan terus berperan dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Jalinan silaturahmi antara pimpinan pondok pesantren, kiai dan nyai, para guru, pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat juga diharapkan terus diperkuat.
Pengabdian para kiai, nyai, guru, dan tenaga pendidik di lingkungan pesantren diharapkan menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat bagi para santri maupun masyarakat secara luas.
Kepada para santri, juga disampaikan pesan agar senantiasa menghormati dan menghargai perjuangan kedua orang tua.
Doa, kasih sayang, pengorbanan, dan kerja keras orang tua, khususnya seorang ibu, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang anak dalam meraih keberhasilan.
Milad ke-5 Pondok Pesantren Al-Muhaimin diharapkan menjadi momentum untuk melangkah lebih jauh dengan memperkuat kebersamaan, pengabdian, dan semangat menebarkan kasih sayang.
Dengan semangat tersebut, Pondok Pesantren Al-Muhaimin diharapkan semakin maju, berkah, dan dicintai masyarakat serta terus berkontribusi dalam membangun generasi bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter.R,Ari)
