Pemprov Banten Sulap 62 Hektare Kawasan Kumuh Jadi Estetik, Ada Futsal & Jogging Track!


BANTEN, HITAM PUTIH -
Pemprov Banten lagi serius beres-beres nih. Ribuan hektare kawasan kumuh di Banten pelan-pelan mulai disulap jadi area hunian yang jauh lebih manusiawi dan pastinya estetik.

Kepala Dinas Perkim Provinsi Banten, Dr. Rahmat Rogianto menyebutkan peresmian serentak ini adalah misi besar Pemprov buat mengentaskan kawasan kumuh. Total luas kawasan yang menjadi sasaran penanganan pemerintah di seluruh Banten mencapai 2.562 hektare.

Sebagai langkah konkret, penanganan tahun ini menyasar lima titik utama dengan total luas 62,24 hektare. Pemprov Banten nggak cuma benerin rumah rusak, tapi juga sekalian bikin jalan mulus dan saluran drainase yang proper biar permukiman bebas genangan.

Coba kita absen satu-satu hasilnya. Di Kota Serang, tepatnya Kelurahan Kemanisan dan Sukawana, ada 20 unit rumah yang diperbaiki. Jalan lingkungan di sana juga udah dibeton sepanjang 2,4 kilometer plus dipasangi paving block.

Geser ke Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Desa Pagelaran. Warga di sini dapet jatah perbaikan 30 unit rumah. Serunya lagi, sekarang kawasan ini punya fasilitas gaul mulai dari jogging track, ruang terbuka publik, lapangan voli, lapangan futsal, sampai playground buat nongkrong warga.

Di Desa Sindanglaut, Carita, ada 35 rumah yang dibedah, lengkap dengan jalan paving block baru dan balai warga. Sementara buat warga Lebak di kawasan Rangkasbitung dan Cikulur, total ada 63 rumah yang diperbaiki plus jalan beton berkilo-kilometer panjangnya.

Secara keseluruhan, Dinas Perkim Banten mencatat pencapaian yang masif. Ada 389 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sukses dibangun. Jalan lingkungan yang dikerjakan juga tembus 407 kilometer, plus puluhan fasilitas umum seperti MCK, gedung serbaguna, hingga masjid.

Peresmian pembangunan gede-gedean ini juga diikuti via virtual dari berbagai titik lain di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang, Lebak, hingga Kota Cilegon.

Rahmat berharap pembangunan serentak ini bikin kualitas hidup masyarakat naik kelas. Bukan cuma sekadar dapet hunian layak dan jalanan rapi, tapi juga ketersediaan ruang publik yang lebih memadai buat interaksi warga.

Penulis: Ari