BUMDes Sri Maju Bantah Isu Pengalihan Dana Ketapang ke Usaha Sablon, Tegaskan Tetap Fokus Kelola Gaplek
![]() |
| Pengolahan Ketapang gaplek BUMDes Sri Maju Sri Maju Desa Cilangkap Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. |
HITAM PUTIH, LEBAK – Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sri Maju, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan pengalihan dana program Ketahanan Pangan (Ketapang) dari usaha pengolahan gaplek ke usaha sablon yang belakangan beredar di tengah masyarakat.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya informasi yang menyebut sebagian dana yang dikelola BUMDes diduga digunakan untuk kegiatan usaha sablon. Informasi itu menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan pengelolaan anggaran program ketahanan pangan desa.
Pengurus BUMDes Sri Maju, Ustadz Jalal, menegaskan bahwa informasi mengenai pengalihan usaha maupun penggunaan dana dari sektor pengolahan gaplek ke usaha sablon tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, hingga saat ini BUMDes Sri Maju tetap menjalankan usaha sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan sejak awal, yakni pengolahan gaplek sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang bertujuan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat desa.
"Usaha dari gaplek ataupun ke sablon itu tidak benar dan sejatinya kami tetap usaha dengan bidang usaha gaplek. Jadi saya mau klarifikasi, itu tidak benar informasi yang beredar," kata Ustadz Jalal saat dikonfirmasi hitamputih.co.id, melalui saluran WhatsApp, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, klarifikasi tersebut penting disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait aktivitas usaha yang dijalankan BUMDes Sri Maju.
Menurut Ustadz Jalal, seluruh kegiatan usaha yang saat ini dikelola BUMDes masih berfokus pada pengembangan usaha gaplek dan tidak ada perubahan bidang usaha sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
BUMDes memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, keterbukaan informasi dan akuntabilitas pengelolaan usaha menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.
Dengan adanya penjelasan resmi dari pengurus BUMDes Sri Maju, diharapkan polemik terkait dugaan pengalihan dana maupun usaha dari sektor pengolahan gaplek ke usaha sablon dapat dipahami secara lebih jelas oleh masyarakat.
BUMDes Sri Maju juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program usaha yang telah direncanakan sesuai tujuan pembentukan badan usaha milik desa, sekaligus mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di Desa Cilangkap.
