Hasil PCMB SMAN 1 Majalaya 2026, 504 Calon Murid Baru Masuk Sistem, Kuota SPMB Tahap 2 Tinggal 3 Orang
HITAM PUTIH, BANDUNG - Pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Tahun 2026 di SMAN 1 Majalaya, Kabupaten Bandung, berjalan lancar dan kondusif. Dari total 1.070 calon murid yang mengikuti proses pemetaan, sebanyak 504 peserta berhasil masuk ke dalam sistem dan dipersiapkan menjadi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Sementara itu, ratusan calon murid yang belum masuk dalam sistem pemetaan masih memiliki kesempatan mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 2 yang dibuka mulai 30 Juni hingga 6 Juli 2026.
Kepala SMAN 1 Majalaya, Deden Wahyudin, S.Pd., mengatakan proses penerimaan murid baru tahun ini diawali dengan tahapan PCMB yang berlangsung sejak 30 Mei hingga 6 Juni 2026 dan kemudian diperpanjang sampai 8 Juni 2026.
"PCMB diperpanjang hingga 8 Juni untuk mengakomodasi calon murid yang tidak diterima di Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul. Setelah itu hasil pemetaan diumumkan melalui akun masing-masing siswa," kata Deden Wahyudin kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Menurut Deden, hasil yang diterima peserta bukan berupa status diterima atau tidak diterima, melainkan status dipetakan atau tidak dipetakan sesuai jalur yang tersedia.
"Yang diumumkan adalah dipetakan atau tidak dipetakan. Jika dipetakan melalui jalur prestasi maka masuk Tahap 1, sedangkan yang dipetakan melalui jalur domisili masuk Tahap 2," ujarnya.
Deden menjelaskan peserta yang telah dipetakan tidak perlu lagi mengikuti proses seleksi SPMB karena telah memperoleh tempat sesuai hasil pemetaan.
"Bagi yang sudah dipetakan pada Tahap 1 wajib daftar ulang di Tahap 1. Begitu juga yang dipetakan pada Tahap 2 wajib daftar ulang di Tahap 2. Mereka tidak perlu lagi mengikuti SPMB," jelasnya.
1.070 Pendaftar, Hanya 504 Masuk Sistem
Data SMAN 1 Majalaya menunjukkan jumlah pendaftar PCMB tahun ini mencapai 1.070 orang. Namun, kapasitas sekolah yang tersedia hanya mampu menampung 504 calon murid baru.
Sebanyak 504 peserta tersebut akan ditempatkan dalam 12 rombongan belajar (rombel) yang telah disiapkan sekolah untuk tahun ajaran baru.
"Kami menerima 1.070 pendaftar PCMB, sementara yang dipetakan sebanyak 504 siswa untuk 12 rombel. Artinya lebih dari 50 persen pendaftar belum masuk dalam sistem pemetaan," ungkap Deden.
Kuota SPMB Tahap 2 Hampir Habis
Setelah proses pemetaan selesai, SMAN 1 Majalaya masih membuka kesempatan bagi calon murid yang belum mendapatkan sekolah melalui SPMB Tahap 2.
Namun, kuota yang tersedia sangat terbatas karena sebagian besar kursi telah terisi melalui mekanisme PCMB.
"Saat ini kuota yang tersisa hanya dua orang untuk jalur domisili dan satu orang untuk jalur Murid Berkebutuhan Khusus (MBK)," kata Deden.
Ia menambahkan hampir seluruh daya tampung sekolah telah terisi pada tahap pemetaan sehingga peluang pada Tahap 2 menjadi sangat kompetitif.
Kapasitas Rombel Bertambah Jadi 46 Siswa
Pada kesempatan yang sama, Deden mengungkapkan adanya kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penambahan jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar.
Jika sebelumnya satu rombel maksimal berisi 42 siswa, kini jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi 46 siswa.
"Ada kebijakan baru dalam petunjuk teknis yang memungkinkan jumlah siswa per rombel bertambah dari 42 menjadi 46 orang. KCD memberikan kesempatan kepada sekolah yang bersedia menambah kapasitas," ujarnya.
Menurut Deden, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi tingginya jumlah pendaftar yang belum tertampung di sekolah negeri.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menyiapkan program Beasiswa Pancawaluya bagi siswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Melalui program tersebut, biaya pendidikan akan ditanggung Pemprov Jawa Barat selama satu tahun.(arison)
