Bank Banten Genap 10 Tahun, Andra Soni Ajak Warga Jadikan Bank Banten Bank Utama


SERANG, HITAM PUTIH -
Bank Banten memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 dengan menegaskan komitmen mempercepat transformasi perusahaan dan memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat menjadikan Bank Banten sebagai bank utama dalam aktivitas keuangan sehari-hari.

Peringatan HUT ke-10 Bank Banten digelar di Serang dan dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, Sekretaris Daerah Provinsi Banten yang juga Komisaris Bank Banten, tokoh masyarakat sekaligus Kasepuhan Banten Haji Embay Mulya Syarief, Bupati Lebak, Wali Kota Cilegon, Wakil Bupati Serang Najib Hamas, pimpinan DPRD kabupaten/kota, kepala OPD se-Provinsi Banten, serta Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh jajaran Bank Banten.

Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan usia 10 tahun menjadi titik balik perusahaan untuk meninggalkan berbagai persoalan masa lalu dan memasuki fase pertumbuhan yang lebih sehat.

"Sepuluh tahun ini bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi momentum transformasi. Kami meninggalkan berbagai persoalan masa lalu, mulai dari tata kelola yang lemah, keterbatasan pengembangan bisnis hingga menurunnya kepercayaan publik. Kini Bank Banten memasuki babak baru yang lebih kuat," kata Busthami.

Muhammad Busthami mengungkapkan Bank Banten berhasil mencatatkan laba sejak 2023 untuk pertama kalinya sejak mulai beroperasi pada 2016. Tren tersebut berlanjut pada 2024, 2025, hingga semester pertama 2026.

Hingga 30 Juni 2026, Bank Banten membukukan aset sebesar Rp10,4 triliun, penyaluran kredit Rp5,5 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp6,8 triliun, serta laba bersih Rp21,3 miliar. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga telah berada di bawah batas yang ditetapkan regulator.

"Kami berkomitmen terus bertumbuh menjadi bank pembangunan daerah yang lebih besar, lebih kuat, dan semakin dipercaya masyarakat," ujarnya.

Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim menyebut lahirnya Bank Banten merupakan cita-cita besar para pendiri Provinsi Banten untuk menghadirkan kemandirian ekonomi daerah.

"Yang paling penting bukan dividen, tetapi bagaimana Bank Banten mampu menggerakkan perekonomian Provinsi Banten dan menjaga kepercayaan masyarakat," tegas Fahmi.

Fahmi mengingatkan sesuai amanat Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023, Bank Banten masih harus menuntaskan sejumlah persoalan masa lalu sebelum berbicara mengenai pembagian dividen.

Fahmi mengatakan DPRD akan terus memberikan dukungan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar Bank Banten semakin kokoh sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi juga mengapresiasi peluncuran logo baru Bank Banten yang dinilainya mencerminkan semangat transformasi "Melesat, Kuat, Hebat".

Gubernur Ajak Masyarakat Jadikan Bank Banten Bank Utama


Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Bank Banten bukan sekadar bank milik pemerintah daerah, melainkan simbol perjuangan masyarakat Banten dalam membangun kemandirian ekonomi.

"Mesin pencetak ORIDA yang kini berada di lobi Bank Banten menjadi simbol bahwa ketahanan ekonomi telah menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakat Banten," katanya.

Andra Soni mengatakan perjalanan berat Bank Banten pada 2019 hingga 2020 berhasil dilalui berkat sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten, DPRD, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan.

Andra Soni mengungkapkan saat ini Banten menempati peringkat lima nasional dalam realisasi investasi triwulan II dan menargetkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menembus Rp1.000 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi sebesar itu harus ditopang oleh bank pembangunan daerah yang kuat. Karena itu Bank Banten harus terus diperkuat," ujarnya.

Andra Soni juga mengapresiasi pemerintah kabupaten dan kota yang mulai mempercayakan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kepada Bank Banten. Menurutnya, langkah tersebut akan memperbesar aset sekaligus memperkuat daya saing Bank Banten di tingkat nasional.

"Bank Banten bukan milik gubernur, bukan milik DPRD, tetapi milik seluruh masyarakat Banten," tegasnya.

"Kalau separuh saja masyarakat Banten memiliki rekening di Bank Banten, saya yakin bank ini akan menjadi salah satu bank daerah yang sangat kuat di Indonesia," pungkas Andra.

Mengusung tema "Satu Dekade Bank Banten: Melesat, Kuat, Hebat", peringatan HUT ke-10 menjadi penanda dimulainya fase baru transformasi Bank Banten, dengan fokus pada penguatan layanan digital, peningkatan efisiensi, perluasan kolaborasi, serta memperkokoh posisinya sebagai motor penggerak ekonomi Provinsi Banten.

Acara yang berlangsung meriah dengan diwarnai beragam kegiatan, mulai dari pemotongan tumpeng serta penandatanganan MOU digelar di Gedung Negara dan berlanjut ke Royal Baroe Kota Serang, Sabtu (01/08/2026).

Penulis: Ari