Sepak Bola Rakyat Dinilai Jadi Motor Ekonomi, Andra Soni Hadiri Final Maung Cup 3


HITAM PUTIH, SERANG
– Gubernur Banten Andra Soni menilai turnamen sepak bola yang digelar masyarakat punya peran penting sebagai hiburan warga sekaligus penggerak ekonomi lokal. Menurutnya, semakin sering pertandingan digelar, semakin besar juga manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Andra Soni usai menyaksikan laga final Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3 di Lapangan IMK Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Minggu (2/8/2026) petang.

Andra mengaku senang bisa nonton langsung pertandingan bareng ribuan warga yang memadati lapangan. Ia menegaskan kalau sepak bola memang olahraga yang dekat banget dengan masyarakat.

“Sepak bola itu hiburan masyarakat. Di sini kita bisa bareng-bareng nonton pertandingan dengan senang hati,” kata Andra Soni.

Ia juga menilai turnamen seperti Maung Cup ini bisa ikut menghidupkan ekonomi warga, mulai dari pedagang kecil sampai pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan.

“Selain jadi hiburan, juga bisa ningkatin pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Andra berharap kegiatan seperti ini terus digelar di berbagai daerah di Provinsi Banten supaya manfaatnya makin luas dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani menyampaikan bahwa perkembangan sepak bola di Banten lagi bagus-bagusnya. Menurutnya, setiap turnamen selalu ramai dan disambut antusias oleh masyarakat.

Ahmad juga menyoroti peningkatan prestasi sepak bola Banten dalam beberapa tahun terakhir. Pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025, Banten berhasil menempati peringkat ketiga.

“Tahun ini, kita menjadi juara Piala Soeratin, juara kedua dari Kota Tangerang,” ujar Ahmad Syaukani.

Ketua Panitia Turnamen Maung Cup 3, Yusuf Bahtiar, menjelaskan turnamen ini digelar karena tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola. Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan jadi wadah pembinaan atlet muda.

“Selain itu, kita melihat banyaknya bakat sepak bola pada generasi muda,” kata Yusuf Bahtiar.

Laga final mempertemukan Persako Desa Kareo melawan Klub Ratu dari Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Klub Ratu Desa Majasari.

Turnamen Maung Cup 3 sendiri dibuka pada 27 Juni 2026 dan diikuti 32 klub dari Kabupaten Serang, Lebak, Tangerang, dan Bogor. Selain memperebutkan piala bergilir, panitia juga menyiapkan total hadiah uang sebesar Rp50 juta.

Kegiatan ini jadi bukti bahwa olahraga masyarakat bukan cuma buat rekreasi, tapi juga bisa memperkuat solidaritas sosial, mengasah bakat anak muda, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Banten.(mmans/ncup)