Festival Olahraga Tradisional Maja Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Kalangan Pelajar
LEBAK, HITAMPUTIH.CO ID – Suasana berbeda terlihat di Alun-alun Desa Padasuka, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Sabtu (12/9/2026). Puluhan hingga ratusan siswa sekolah dasar (SD) mengikuti Festival Permainan Olahraga Tradisional tingkat Kecamatan Maja.
Pantauan HITAMPUTIH.CO.ID, kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Camat Maja Edi Nurhedi, S.Sos., bersama Ketua KORMI Kabupaten Lebak Cucu Zumroni. Turut hadir Kepala Desa Padasuka Dudi Madudi, Ketua PGRI Maja Mufrodi, M.Pd dan sejumlah Kepala Sekolah serta para guru
Festival ini menghadirkan sejumlah permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan semakin populernya permainan digital.
Para siswa tidak hanya dituntut memiliki kecepatan. Mereka juga harus mampu menjaga keseimbangan, bekerja sama, berkonsentrasi, hingga menyusun strategi untuk memenangkan setiap permainan.
Sejumlah permainan tradisional yang dipertandingkan antara lain egrang, hadang atau gobak sodor, terompah panjang, lari balok, dan gangsing.
Egrang Melatih Keseimbangan dan Keberanian
Egrang menjadi salah satu permainan yang menguji keseimbangan dan keberanian peserta. Pemain harus berjalan menggunakan pijakan yang terbuat dari bambu atau kayu.
Permainan tersebut telah lama dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi sarana hiburan, egrang juga melatih kemampuan peserta dalam mengendalikan tubuh dan menjaga keseimbangan.
Gobak Sodor Mengandalkan Strategi
Permainan hadang atau gobak sodor memiliki karakter berbeda. Permainan ini membutuhkan strategi, kecepatan membaca pergerakan lawan, serta kekompakan antarpemain.
Setiap anggota tim harus bekerja sama mencari celah agar dapat melewati area permainan tanpa tersentuh lawan.
Nilai kebersamaan tersebut menjadi salah satu unsur pendidikan yang membuat permainan tradisional tetap relevan dikenalkan kepada anak-anak.
Terompah Panjang Uji Kekompakan Tim
Terompah panjang juga menjadi bagian dari festival. Permainan ini membutuhkan koordinasi karena beberapa peserta harus bergerak secara bersamaan menggunakan alat pijakan panjang.
Perbedaan langkah sedikit saja dapat membuat gerakan seluruh tim terganggu. Karena itu, komunikasi, konsentrasi, dan kerja sama menjadi kunci untuk mencapai garis akhir.
Lari Balok dan Gangsing Tambah Semarak Festival
Permainan lari balok menguji kecepatan, keseimbangan, dan ketangkasan peserta. Sementara itu, gangsing membutuhkan fokus, ketelitian, serta kesabaran.
Kehadiran berbagai permainan tersebut membuat festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pelajar, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kembali kekayaan permainan rakyat Indonesia.
Festival olahraga tradisional di Kecamatan Maja juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami nilai sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan kerja sama.
Di tengah perkembangan teknologi, kegiatan semacam ini dinilai penting agar permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi berikutnya.
Melalui festival tersebut, permainan rakyat kembali mendapat ruang di tengah masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui kegiatan olahraga yang edukatif dan menyenangkan.
