IMO-Indonesia Kerahkan 11 Jurnalis Dayung Serunting Bantu Operasi SAR Selat Sunda
BENGKULU, HITAMPUTIH.CO.ID – Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengerahkan 11 jurnalis yang tergabung dalam organisasi sayap Dayung Serunting untuk membantu operasi Search and Rescue (SAR) di wilayah Selat Sunda.
Pengerahan tersebut menjadi bentuk solidaritas IMO-Indonesia terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).
Dewan Penasehat Dayung Serunting, AKP (Purn) Tamsir Hasan, mengatakan 11 jurnalis tersebut telah bergabung dengan ratusan relawan lainnya di Lampung Selatan, Lampung.
Mereka berada di bawah koordinasi Basarnas dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan.
"Meski memiliki keterampilan SAR perairan dan berpengalaman pada beberapa operasi SAR sebelumnya, peran mereka akan lebih diprioritaskan memperkuat fungsi-fungsi jurnalistik di medan operasi," kata Tamsir di Bengkulu, Kamis (10/9/2026) sore.
Tamsir menjelaskan, para relawan tersebut merupakan jurnalis dari sejumlah media online anggota IMO-Indonesia di Bengkulu.
Mereka juga tergabung dalam Dayung Serunting, organisasi sayap IMO-Indonesia yang memiliki fokus pada pengawasan konservasi lingkungan hidup serta pengembangan potensi SAR.
Dayung Serunting bermarkas di kawasan Ekowisata Serunting, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Menurut Tamsir, para jurnalis yang diterjunkan akan menjalankan tugas sesuai kemampuan masing-masing dan tetap mengikuti koordinasi lembaga yang memiliki kewenangan dalam operasi SAR.
"Instruksinya (DPP IMO-red) sudah jelas, mereka akan berperan sesuai kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki serta harus selalu koordinatif di bawah lembaga berwenang setempat," ujarnya.
Respons atas Seruan Solidaritas
Pengerahan 11 anggota Dayung Serunting dilakukan setelah Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F. Ismail mengimbau seluruh anggota untuk mengambil peran sesuai kemampuan dalam membantu pencarian lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
Imbauan tersebut kemudian direspons Dayung Serunting dengan mengirimkan 11 anggota terlatih ke Lampung. Tim tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua Umum IMO-Indonesia, Tan Ersanius.
Yakub membenarkan pengerahan tersebut. Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kehadiran nyata IMO-Indonesia ketika terjadi bencana atau musibah yang menimpa masyarakat, termasuk kalangan pers.
"Semoga kelima jurnalis dan tiga kru kapal bisa segera ditemukan. IMO-Indonesia akan terus memberikan support moral (kehadiran dan pemberitaan positif-red) kepada seluruh Tim SAR gabungan yang kini sedang bertugas," ujar Yakub.
IMO-Indonesia berharap keberadaan para jurnalis tersebut dapat membantu penyebaran informasi dari lapangan sekaligus memperkuat dukungan terhadap seluruh unsur SAR yang tengah melakukan pencarian.
