Irigasi Perpompaan Hadir di Gubugan Cibeureum, Petani Ucapkan Terima Kasih kepada Kementan


HITAM PUTIH, LEBAK
- Petani di Desa Gubugan Cibeureum, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (31/8/2026) menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lebak atas pembangunan fasilitas Irigasi Perpompaan (IRPOM) di wilayah tersebut.

Fasilitas tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, terutama ketika ketersediaan air berkurang pada musim kemarau.

Pembangunan Irpom kemudian diserahterimakan dari Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK) Desa Gubugan Cibeureum, Sunardi kepada Kelompok Tani Budi Asih yang diketuai Ace Maulana untuk dimanfaatkan dan dikelola dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Kegiatan peresmian dan serah terima tersebut dihadiri Penyuluh Pertanian Kecamatan Maja Hendi Pamungkas, Kabid P4 Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Aap Sujana, STP., M.A., serta staf Bidang P4 Qaedi Rifki dan sejumlah staf lainnya.

Kepala Desa Gubugan Cibeureum Saepulloh, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di desanya.

Menurut Saepulloh, keberadaan Irpom menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam membantu petani mengatasi persoalan ketersediaan air untuk lahan pertanian.

"Petani Desa Gubugan Cibeureum mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lebak yang telah memberikan program Irpom untuk membantu kebutuhan air pertanian," ujar Saepulloh.

Pembangunan fasilitas Irpom tersebut bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.

Nilai anggaran pembangunan fasilitas tersebut tercatat sebesar Rp155.700.000.

Sementara itu, fasilitas Irpom diproyeksikan mampu membantu mengairi lahan persawahan sekitar 40 hektare di Desa Gubugan Cibeureum.

Irigasi perpompaan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pengelolaan sumber daya air untuk sektor pertanian. Fasilitas tersebut dapat menjadi alternatif ketika pasokan air melalui sistem irigasi konvensional mengalami keterbatasan.

Dengan tersedianya akses air yang lebih memadai, petani diharapkan dapat mengelola lahan secara lebih optimal dan mempertahankan produktivitas pertanian.

Salah seorang petani Desa Gubugan Cibeureum, H Jaed, juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas tersebut.

"Terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan program Irpom untuk membantu mengairi sawah, terutama di tengah musim kemarau seperti saat ini," kata H Jaed.

Menurut H Jaed, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberlangsungan aktivitas pertanian. Karena itu, keberadaan Irpom dinilai memberikan manfaat langsung bagi petani.

Kabid P4 Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Aap Sujana, STP., M.A. melalui Penyuluh Pertanian Kecamatan Maja Hendi Pamungkas berharap fasilitas yang telah tersedia dapat segera dimanfaatkan secara bersama-sama oleh kelompok tani dan pengurusnya.

"Harapannya setelah infrastruktur pengairan ini tersedia, para kelompok tani segera memanfaatkannya bersama pengurus kelompok dengan mengelola infrastruktur ini agar petani bisa menanam padi tanpa mengandalkan curah hujan pada musim panas," ujar Hendi Pamungkas.

Menurut Hendi, pemanfaatan Irpom secara optimal diharapkan dapat membantu meningkatkan intensitas pertanaman atau indeks pertanaman di wilayah tersebut.

"Dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan indeks pertanaman bisa meningkat," katanya.

Program Irpom di Desa Gubugan Cibeureum diharapkan tidak hanya membantu petani menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan produksi pertanian di Kecamatan Maja.