Pawai Panjang' di Cikoneng, Tradisi Warga Rayakan Maulid Nabi
KOTA SERANG,HITAMPUTIH – Ratusan warga Lingkungan Cikoneng, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, menggelar tradisi Pawai Panjang Mulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) tersebut berlangsung meriah. Warga menampilkan berbagai kreasi panjang mulud yang dihias dengan beragam bentuk dan menarik perhatian masyarakat.
Pawai Panjang Mulud merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Cikoneng setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Panitia pelaksana, Sangsang, mengatakan keberlangsungan kegiatan tersebut tidak lepas dari keterlibatan masyarakat. Persiapan pawai dilakukan melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan.
“Alhamdulillah, semua warga sepakat mengikuti. Ini adalah wujud antusiasme masyarakat yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” ujar Sangsang.
Menurutnya, puluhan panjang mulud yang diarak warga menjadi gambaran kekompakan masyarakat dalam melestarikan tradisi tersebut.
Ia menilai, Pawai Panjang Mulud bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan dan penghormatan masyarakat terhadap Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya warga bersama tokoh masyarakat. Setelah itu, warga mengarak berbagai panjang berkeliling kampung.
Dalam tradisi tersebut, panjang berisi berbagai jenis makanan hingga kebutuhan pokok atau sembako yang disusun dan dihias sedemikian rupa sebelum diarak.
Sangsang menjelaskan, isi panjang mulud nantinya akan dibagikan kepada warga dan tamu undangan setelah pelaksanaan doa bersama dan tablig akbar.
“Setelah acara doa bersama dan tablig akbar, isi dari panjang ini akan dibagikan kepada warga dan tamu undangan dalam sebuah tradisi yang disebut ‘ngeropok’. Masyarakat, bahkan dari luar kampung, biasanya datang tanpa diundang untuk ikut serta mendapatkan berkah dari perayaan Maulid,” jelasnya.
Menurut Sangsang, antusiasme warga dalam mengikuti tradisi tersebut tidak mengenal latar belakang ekonomi. Warga yang mampu maupun yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap berusaha berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
Ia menyebut tradisi Panjang Mulud telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Cikoneng yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.
“Semoga tradisi ini akan terus berjalan serta terjaga sampai kapan pun dan akan lebih meriah dari tahun ke tahunnya,” harapnya.
Tradisi Pawai Panjang Mulud di Cikoneng hingga kini terus dilestarikan sebagai bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
Pawai panjang maulid Nabi Muhammad saw Lingkungan Cikoneng berjalan lancar dengan mendapatkan dari personil anggota polsek Curug
