Festival Anak Soleh Banten Jadi Ruang Anak Asah Potensi Al-Qur’an


BANTEN, HITAM PUTIH — Anak-anak di Banten tidak hanya datang untuk mengikuti perlombaan dalam Festival Anak Soleh (FASI). Mereka juga membawa kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an ke sebuah panggung yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Banten. FASI menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat pembinaan anak dan generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an.

FASI Banten Diisi Beragam Lomba Anak

Sejumlah perlombaan digelar dalam Festival Anak Soleh tingkat Provinsi Banten, mulai dari tahfiz Al-Qur'an, mewarnai, azan, ceramah hingga cerdas cermat.

Ketua DPW BKPRMI Provinsi Banten Fahmi Hakim mengatakan FASI merupakan program BKPRMI yang dilaksanakan secara berjenjang di seluruh Indonesia.

"Festival Anak Soleh ini merupakan implementasi dari program BKPRMI sekaligus bagian dari upaya meningkatkan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP," ujarnya.

Menurut Fahmi, pembinaan tersebut dilakukan melalui lembaga pendidikan Al-Qur'an yang berada di bawah naungan BKPRMI, seperti TKA, TPA, TQA, dan lembaga sejenisnya.

Sekitar 2.000 Lembaga Pendidikan Al-Qur'an di Banten

Fahmi menyebut lembaga pendidikan Al-Qur'an yang berada di bawah naungan BKPRMI tersebar di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten.

Jumlahnya mencapai sekitar 2.000 lembaga dengan ribuan santri dan tenaga pengajar. Kondisi tersebut menjadi salah satu basis pembinaan generasi Qurani di Banten.

Fahmi menilai pendidikan Al-Qur'an sejak usia dini memiliki peran dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah.

"BKPRMI ingin menjadi garda terdepan dalam membangun generasi muda dan generasi dini menjadi generasi Qurani. Semangatnya adalah membangun generasi yang berakhlakul karimah," katanya.

BKPRMI Dorong Dukungan untuk Penghafal Al-Qur'an

Selain pembinaan melalui perlombaan dan pendidikan Al-Qur'an, BKPRMI Banten juga mendorong adanya dukungan pemerintah daerah bagi anak-anak penghafal Al-Qur'an.

Fahmi mengatakan sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan DPRD diperlukan untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani.

Menurutnya, dukungan pemerintah dapat diberikan melalui kebijakan pendidikan maupun beasiswa bagi anak-anak penghafal Al-Qur'an.

"Ke depan kita ingin melakukan upaya bagaimana anak-anak yang tahfiz Al-Qur'an menjadi bagian dari aset terbesar bagi Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi Banten diharapkan hadir memberikan kontribusi, misalnya melalui beasiswa bagi penghafal Al-Qur'an 10 juz, 20 juz hingga 30 juz," ujarnya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan anak-anak penghafal Al-Qur'an.

FASI Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional

Ketua Umum DPP BKPRMI H. Nanang Mubarok menjelaskan FASI merupakan agenda tiga tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

"FASI ini diselenggarakan setiap tiga tahun. Dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kemudian kabupaten/kota, dan sekarang tingkat provinsi. Insyaallah tahun depan akan dilaksanakan FASI tingkat nasional," katanya.

FASI tingkat Provinsi Banten juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad ke-49 BKPRMI menuju setengah abad perjalanan organisasi.

Nanang berharap Provinsi Banten dapat menjadi tuan rumah FASI tingkat nasional pada tahun mendatang.

Guru Ngaji Juga Jadi Perhatian

Perhatian BKPRMI tidak hanya diarahkan kepada anak-anak dan santri. Penguatan kesejahteraan guru ngaji juga menjadi salah satu hal yang disoroti dalam kegiatan tersebut.

Nanang mengatakan guru ngaji memiliki peran dalam membentuk generasi Qurani, namun masih membutuhkan penguatan dari sisi pengakuan profesi dan perlindungan sosial.

"Guru ngaji harus kita bantu dan kita perjuangkan. Negara harus hadir mengakui guru ngaji sebagai sebuah profesi yang layak mendapatkan insentif dan perlindungan sosial," katanya.

Ia mengatakan BKPRMI telah melakukan advokasi kepada sejumlah kementerian dan DPR RI terkait penguatan perhatian terhadap guru ngaji, termasuk mendorong agar mereka memperoleh akses terhadap program jaminan sosial.

"Program jaminan sosial harus hadir untuk guru ngaji, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan," ujarnya.

Jumlah Guru Ngaji dan Santri di Banten

Nanang menyebut di Provinsi Banten terdapat sekitar 2.000 lembaga pendidikan Al-Qur'an dengan sekitar 10 ribu guru ngaji dan sekitar 20 ribu santri.

Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran lembaga pendidikan Al-Qur'an dalam pembinaan generasi Qurani di Banten.

"Guru ngaji mungkin terlihat kecil, tetapi mereka memberikan sinar kepada generasi Qurani. Karena itu, BKPRMI terpanggil untuk membantu dan memperjuangkan mereka," pungkasnya.

FASI Menjadi Ruang Anak Menunjukkan Kemampuan

Festival Anak Soleh pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan yang mereka pelajari melalui lembaga pendidikan Al-Qur'an.

Mulai dari hafalan, azan, ceramah hingga cerdas cermat, berbagai cabang yang diperlombakan memperlihatkan bentuk pembinaan yang dilakukan BKPRMI melalui jaringan pendidikan Al-Qur'an di Banten.

Penguatan pembinaan anak, dukungan terhadap penghafal Al-Qur'an, hingga perhatian terhadap guru ngaji menjadi bagian dari agenda yang dibawa dalam kegiatan FASI tingkat Provinsi Banten.

Penulis: Ari