Listyo Sigit Resmi Jadi KSP Usai Tinggalkan Kursi Kapolri Ini Jejak Kariernya

Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo setelah pelantikan sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).

JAKARTA, HITAMPUTIH.CO.ID
– Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah lebih dari lima tahun memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Sigit kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sigit dilantik sebagai KSP di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan tersebut berlangsung setelah DPR menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Sigit.

Dengan demikian, tongkat komando Polri resmi berpindah tangan, sementara Sigit mendapat tugas baru di lingkungan Istana Kepresidenan.

Mengawali Karier dari Akpol

Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

Kariernya di kepolisian berkembang melalui berbagai penugasan, baik di tingkat kewilayahan maupun di lingkungan Mabes Polri.

Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Kapolsek Duren Sawit pada 1999. Beberapa tahun kemudian, Sigit dipercaya memimpin Polsek Tambora.

Kariernya kemudian berlanjut hingga menjadi Kapolresta Surakarta pada 2011.

Saat bertugas di Surakarta, Sigit berinteraksi dengan Joko Widodo yang ketika itu menjabat Wali Kota Surakarta.

Kedekatan profesional tersebut berlanjut ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden RI pada 2014. Sigit kemudian dipercaya menjadi ajudan Presiden.

Pernah Memimpin Polda Banten

Karier Sigit semakin menanjak setelah mendapat sejumlah jabatan strategis di tubuh Polri.

Pada 2016, ia dipercaya menjadi Kapolda Banten. Jabatan tersebut dijalaninya hingga 2018.

Setelah itu, Sigit dipercaya menduduki posisi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Pada Desember 2019, Sigit kembali ke bidang reserse setelah ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Jabatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum dirinya masuk dalam bursa calon Kapolri.

Menjadi Kapolri

Pada awal 2021, Presiden Joko Widodo mengajukan Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR.

Setelah menjalani proses persetujuan di DPR, Sigit resmi dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.

Ia menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

Selama memimpin Polri, Sigit menghadapi berbagai perkara besar dan peristiwa yang mendapat perhatian luas masyarakat.

Di antaranya kasus Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan di Malang, serta berbagai dinamika keamanan dan penegakan hukum yang terjadi sepanjang masa jabatannya.

Lima Tahun Lebih Memimpin Polri

Sigit memimpin Polri selama lebih dari lima tahun sebelum akhirnya menyerahkan tongkat komando kepada penggantinya.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, DPR menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantik Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Perpindahan jabatan tersebut menandai berakhirnya perjalanan Sigit sebagai orang nomor satu di institusi Polri.

Kini, pengalaman panjangnya di kepolisian menjadi bagian dari perjalanan baru di lingkungan Istana Negara.

Sebagai KSP, Sigit memasuki ruang tugas yang berbeda dengan tanggung jawab baru dalam mendukung kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.