Forum BUMDes Merah Putih Banten Resmi Dilantik, Gubernur Dorong Desa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi


SERANG, HITAM PUTIH 
- Forum BUMDes Merah Putih Provinsi Banten resmi dilantik. Gubernur Banten menegaskan komitmen memperkuat ekonomi desa melalui sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pelantikan yang dihadiri unsur pemerintah pusat, Forkopimda, DPRD, akademisi, pelaku usaha, hingga pengurus BUMDes se-Banten.

Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus Forum BUMDes Merah Putih Provinsi Banten yang baru dilantik.

"Forum BUMDes Merah Putih harus mampu mengoptimalkan potensi unggulan desa, memperkuat kolaborasi antar-BUMDes, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan status desa menuju desa mandiri, maju, dan sejahtera," ujarnya.

Gubernur menyampaikan, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2024, Provinsi Banten memiliki 99 desa mandiri, 378 desa maju, dan 701 desa berkembang.

Menurut Gubernur, capaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMDes, dunia usaha, perguruan tinggi, dan media.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Banten pada 2026 akan mengalokasikan bantuan keuangan desa sebesar Rp120 juta untuk masing-masing dari 1.238 desa di seluruh Provinsi Banten.

Selain penguatan ekonomi desa, Pemprov Banten juga mempercepat pembangunan infrastruktur melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera.

Pada 2025, program tersebut telah merealisasikan pembangunan dan peningkatan 62 ruas jalan serta satu jembatan yang tersebar di empat kabupaten.

Pada 2026, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran untuk penanganan 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer.

Menurut Gubernur, pembangunan infrastruktur desa telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Gubernur mengajak seluruh BUMDes di Provinsi Banten membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

"Kolaborasi harus diarahkan pada peningkatan produktivitas desa, pengembangan produk unggulan, pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi desa, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Gubernur menilai kemajuan desa merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah. Semakin produktif dan berdaya saing desa-desa di Banten, maka kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin besar.

Gubernur menegaskan langkah tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan Indonesia yang dimulai dari desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat.

Gubernur juga menyoroti posisi strategis Provinsi Banten yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Menurut Gubernur, keberadaan sekitar 42 juta penduduk di kawasan aglomerasi Jabodetabek merupakan peluang besar bagi BUMDes untuk mengembangkan produk dan memenuhi kebutuhan pasar yang luas.

"Provinsi Banten memiliki keunggulan geografis. Kita dekat dengan bandara, pelabuhan, jalan tol, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan BUMDes untuk berkembang," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur berharap Forum BUMDes Merah Putih Provinsi Banten mampu menjadi organisasi yang memperkuat tata kelola BUMDes, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong lahirnya berbagai usaha produktif berbasis potensi unggulan desa.

"Dengan BUMDes yang semakin kuat, desa-desa di Banten akan semakin mandiri, masyarakat semakin sejahtera, dan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kokoh," pungkasnya.

Penulis: Ari