Pemkab Lebak Percepat Digitalisasi Transaksi Daerah Bersama BI, Targetkan PAD dan Layanan Publik Meningkat


HITAM PUTIH, LEBAK
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah bersama Bank Indonesia (BI) melalui High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Hotel Grand Keisha, Jumat (31/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak tersebut mengusung tema “Kolaborasi dalam Mendorong Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.”

Forum ini mempertemukan Pemkab Lebak, Bank Indonesia Provinsi Banten, sektor perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat implementasi transaksi digital di lingkungan pemerintah daerah.

Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern. Menurut dia, penerapan sistem digital dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan digitalisasi kita bisa memangkas potensi kebocoran. Semoga cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud dan visi Lebak RUHAY bisa tercapai,” ujar Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.

Hasbi mengakui implementasi digitalisasi di Kabupaten Lebak masih menghadapi tantangan geografis karena wilayahnya luas dan beragam. Meski demikian, pemerintah daerah berkomitmen memperluas penerapan sistem digital secara bertahap.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia menyatakan BI akan terus mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah sebagai strategi meningkatkan pendapatan daerah.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran membayar pajak sebagai kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Mari kita bersama-sama berkolaborasi mengampanyekan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah,” kata Sofwan Kurnia.

Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Kabupaten Lebak Agung Budi Santoso menjelaskan High Level Meeting TP2DD bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar program digitalisasi dapat berjalan optimal.

Menurut Agung, forum tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong berbagai program unggulan berbasis digitalisasi yang diharapkan mampu meningkatkan PAD Kabupaten Lebak.

“Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan stakeholder agar program-program unggulan dapat terlaksana dengan baik serta mampu meningkatkan PAD Kabupaten Lebak berbasis digitalisasi,” ujar Agung Budi Santoso.

Ia menambahkan, percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui forum TP2DD ini, Pemkab Lebak berharap sinergi dengan Bank Indonesia, sektor perbankan, dan para pemangku kepentingan semakin kuat sehingga transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah dapat berjalan lebih cepat.

Percepatan digitalisasi tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat Kabupaten Lebak.