PT TW Siapkan Investasi Rp19,8 Triliun di Banten untuk Pengembangan Pangan dan Energi


SERANG, HITAM PUTIH
 - PT TW menyiapkan investasi sebesar Rp19,8 triliun di Provinsi Banten dalam kurun waktu tiga tahun. Investasi tersebut difokuskan pada pengembangan sektor pangan dan energi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Direktur PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk berinvestasi di Provinsi Banten dengan nilai mencapai Rp19,8 triliun dalam tiga tahun ke depan.

Investasi tersebut difokuskan pada pengembangan sektor pangan dan energi sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Perwakilan PT TW menjelaskan langkah awal yang dilakukan adalah menjalin joint concept bersama universitas sebagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut bertujuan menyusun konsep pembangunan mulai dari perencanaan hingga implementasi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Kerja sama dengan perguruan tinggi dilakukan untuk memastikan arah pembangunan ke depan, bagaimana konsepnya dibangun, serta bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, PT TW telah menyiapkan investasi sekitar Rp19,8 triliun dalam kurun waktu tiga tahun. Dana tersebut akan diarahkan pada pengembangan sektor pangan dan energi yang diharapkan mampu menjadikan Banten sebagai daerah percontohan nasional.

"Kami berharap Banten menjadi pelopor pembangunan kedaulatan pangan dan energi yang nantinya dapat diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia," katanya.

Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah desa. Karena itu, PT TW mengadopsi semangat yang selama ini dikembangkan BUMDes, yakni memperkuat kedaulatan pangan dan energi berbasis desa.

Mardianto mengajak seluruh pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pengelola BUMDes untuk bersinergi menyatukan visi, misi, dan arah pembangunan agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited yang dirancang untuk diterapkan secara nasional.

Sejumlah provinsi disebut telah masuk dalam tahapan implementasi, sementara Banten menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan melalui sinkronisasi berbagai regulasi agar pembangunan berjalan berkelanjutan.

PT TW menegaskan alasan utama perusahaan berinvestasi bukan semata mengejar keuntungan bisnis, melainkan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Kami meyakini manfaat bagi korporasi akan hadir apabila perusahaan mampu memberikan manfaat bagi rakyat. Karena itu kami ingin menjadi bagian dari pembangunan bangsa melalui penguatan kedaulatan pangan dan energi," ungkapnya.

Lebih lanjut, perusahaan menilai pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus membangun rasa cinta terhadap bangsa melalui penerapan Sistem Ekonomi Pancasila sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas.

Menurut PT TW, skema KPBU unsolicited menjadi landasan strategis untuk mengintegrasikan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sektor pangan dan energi yang berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Penulis: Ari