Andra Soni Dorong Mengaji Jadi Muatan Lokal Wajib di SMA dan SMK

SERANG - Gubernur Banten Andra Soni mendorong pembelajaran mengaji tidak lagi sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi masuk sebagai muatan lokal yang wajib diterapkan di SMA dan SMK di Provinsi Banten.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta didik dalam membaca dan menulis Al-Qur’an sekaligus mendukung pembentukan karakter dan akhlak.
Pernyataan itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri kegiatan Panjang Mulud sekaligus memberikan apresiasi kepada para relawan Serang Mengaji yang selama ini menggerakkan pembelajaran mengaji bagi anak-anak di wilayah Kota Serang.
Andra mengatakan, pelaksanaan Serang Mengaji telah menunjukkan manfaat bagi pembentukan karakter anak. Karena itu, ia meminta jajaran Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan langkah agar program serupa dapat dikembangkan hingga tingkat pendidikan menengah.
“Melaksanakan Panjang Mulud sekaligus kita memberikan apresiasi kepada para relawan Serang Mengaji. Gerakan ini melaksanakan belajar mengaji di sekolah dasar dan sekolah SMP di wilayah Kota Serang,” ujar Andra.
Ia mengatakan telah memberikan arahan kepada Sekretaris Daerah dan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Banten agar pembelajaran mengaji dapat ditempatkan sebagai bagian dari muatan lokal, bukan hanya kegiatan tambahan di sekolah.
“Menjadi muatan lokal, bukan menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Jadi menjadi kegiatan wajib di seluruh SMA dan SMK di Provinsi Banten, baik negeri maupun swasta, khususnya negeri dan swasta yang mengikuti program sekolah gratis,” tegasnya.
Menurut Andra, kebijakan tersebut diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi peserta didik untuk memperoleh pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an secara terstruktur.
“Ini akan memberikan kesempatan kepada anak-anak mendapatkan pembelajaran menulis dan membaca Al-Qur’an,” katanya.
Serang Mengaji Berjalan Sekitar Satu Tahun
Ketua Satgas Relawan Serang Mengaji, H. Enting, mengatakan program Serang Mengaji merupakan bagian dari 13 program prioritas Pemerintah Kota Serang.
Program tersebut kemudian diperkuat melalui pembentukan satuan tugas yang mengorganisasi pelaksanaan kegiatan mengaji di berbagai lingkungan, termasuk pendidikan, masyarakat, organisasi perangkat daerah hingga masyarakat umum.
“Ini sebenarnya adalah bagian daripada 13 program Pak Wali dan Wakil Wali Kota Serang. Kemudian Pak Wali membentuk sebuah satgas dan akhirnya saya sebagai ketua satgas,” ungkapnya.
Enting mengatakan program Serang Mengaji telah berjalan sekitar satu tahun dan mulai memperlihatkan dampak terhadap kehidupan sosial serta pembentukan akhlak anak-anak.
“Sudah berjalan sekitar satu tahun dan hasilnya sudah kita rasakan. Efek dari Serang Mengaji ternyata dalam membangun akhlak anak-anak itu sangat tinggi sekali,” ujarnya.
Ia mencontohkan perubahan yang dirasakan masyarakat selama program tersebut berjalan. Salah satunya berkaitan dengan fenomena perang sarung yang sebelumnya kerap terjadi di kalangan anak-anak dan remaja saat Ramadan.
“Satu contoh saja, pada Ramadan yang lalu biasanya ada perang sarung. Setelah ada Serang Mengaji di Kota Serang, itu tidak ada,” katanya.
Relawan Siapkan Tenaga Pengajar
Enting menyambut positif wacana Pemerintah Provinsi Banten menjadikan pembelajaran mengaji sebagai muatan lokal di SMA dan SMK.
Ia memastikan relawan Serang Mengaji siap mendukung apabila program tersebut dikembangkan hingga tingkat pendidikan menengah.
“Kami sangat sepakat. Kami siapkan orang-orang yang akan masuk ke wilayah itu kalau program ini berlanjut dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten mau menjadikan mengaji sebagai muatan lokal di SMA dan SMK,” ujarnya.
Enting menambahkan, sumber daya pengajar yang dimiliki Serang Mengaji siap dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan program, khususnya di wilayah Kota Serang.
“Insya Allah, setidaknya se-Kota Serang kami siapkan tenaga-tenaga untuk masuk wilayah ini,” pungkasnya.
Wacana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembelajaran keagamaan di lingkungan sekolah dengan menempatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Penulis: Ari