CKG di Banten Tembus 7,2 Juta Warga, Andra Soni Targetkan 8 Juta Peserta
![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni usai meninjau pelaksanaan Program CKG di Gedung Cilegon Creative Center (GCC), Kelurahan Kedaleman, Cibeber, Kota Cilegon, Jumat (2/10). |
CILEGON, HITAMPUTIH.CO.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten terus menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat.
Hingga 2026, tercatat lebih dari 7,2 juta warga Banten telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut. Pemerintah Provinsi Banten memperkirakan jumlah peserta dapat mencapai 8 juta warga.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau pelaksanaan Program CKG di Gedung Cilegon Creative Center (GCC), Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Jumat (2/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Andra Soni didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Banten Tinawati Andra Soni.
"Dari tahun 2025 ke 2026 ini ada peningkatan yang luar biasa. Masyarakat mulai sadar dan memanfaatkan program ini untuk memeriksakan kesehatannya," ujar Andra Soni.
Ia mengatakan, capaian lebih dari 7,2 juta pemeriksaan sepanjang 2026 menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat Banten.
"Kami perkirakan angka ini bisa mencapai 8 juta warga," katanya.
Hipertensi dan Diabetes Masih Dominan
Andra Soni menyebut Program CKG dilaksanakan secara rutin melalui fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah.
Di Kota Cilegon, sekitar 252 ribu warga atau sekitar 52 persen dari jumlah penduduk telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Menurut Andra Soni, hasil pemeriksaan di lapangan masih menunjukkan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes, sebagai temuan yang cukup dominan.
"Seperti biasa, kami masih menemukan kasus hipertensi dan diabetes. Dua hal ini bisa menyebabkan komplikasi," jelasnya.
Karena itu, pemerintah juga menyiapkan obat bagi warga yang membutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penanganan tenaga kesehatan.
"Oleh karena itu, kami menyediakan obat. Jika obatnya habis, masyarakat bisa melakukan kontrol kembali ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan," tambah Andra Soni.
Cilegon Kejar Capaian CKG
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan Program CKG memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk mengetahui dan mengontrol kondisi kesehatan secara berkala.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dapat membantu masyarakat memantau tekanan darah maupun kadar gula dalam tubuh.
Robinsar mengajak warga Kota Cilegon untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan dan tidak menunda pemeriksaan.
"Kami terus mengejar target capaian. Alhamdulillah, Pemerintah Kota Cilegon sudah mencapai 52,9 persen, di mana angka ini berada di atas rata-rata nasional," kata Robinsar.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Cilegon akan terus meningkatkan cakupan pemeriksaan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan layanan CKG.
"Kami akan terus meningkatkannya agar bisa mencakup lebih banyak warga Cilegon," pungkasnya.
