Jalur Kereta Banten Mau Diperluas sampai Merak, Double Track dan Elektrifikasi Dikaji


BANTEN, HITAM PUTIH - Pengembangan jalur kereta api di Banten terus dikaji, termasuk rencana pembangunan double track hingga Merak dan peluang elektrifikasi jalur. Kajian terbaru juga menyoroti integrasi layanan Tanah Abang–Rangkasbitung–Serang–Merak agar perjalanan masyarakat tidak terlalu sering berganti moda.

Sukma selaku consultant memaparkan bahwa kajian pengembangan infrastruktur perkeretaapian Banten diperbarui melalui survei lapangan dan survei koridor. Salah satu fokusnya adalah memastikan kondisi jalur serta ruang yang tersedia masih memungkinkan untuk pembangunan double track.

Berdasarkan dokumen readiness criteria yang telah disusun, kebutuhan pengembangan jalur hingga wilayah Merak pada prinsipnya telah tersedia.

Dalam paparan studi, pembangunan yang direncanakan pada 2018–2019 dinilai telah sesuai dengan kebutuhan pengembangan infrastruktur saat itu. Namun, ketika pembangunan jalur dilakukan, terdapat opsi untuk sekaligus menambahkan sistem elektrifikasi agar kapasitas dan kualitas pelayanan kereta api dapat meningkat secara lebih optimal.

Tim studi juga memperbarui kajian sebelumnya yang dilakukan oleh BGKA melalui survei lapangan dan survei koridor. Survei tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jalur dan ruang yang tersedia masih memungkinkan untuk pembangunan double track.

Lahan Double Track Mayoritas Tercatat sebagai Aset PT KAI

Dari penelusuran dokumen, kebutuhan pembebasan lahan untuk pembangunan double track dengan kebutuhan ruang sekitar 27 meter relatif tidak besar. Sebagian besar lahan di sepanjang koridor yang direncanakan masih tercatat sebagai aset PT KAI.

Informasi tersebut mengacu pada dokumen perencanaan dan lingkungan yang disusun pada periode 2012–2014, kemudian diperbarui melalui survei dan analisis kondisi terkini.

Proyeksi Penumpang Diperbarui

Salah satu fokus utama studi adalah memperbarui proyeksi kebutuhan angkutan penumpang. Pembaruan ini diperlukan untuk mengetahui sampai kapan kondisi single track saat ini masih mampu melayani pertumbuhan penumpang dan pada tahun berapa pembangunan double track benar-benar dibutuhkan.

Proyeksi sebelumnya menunjukkan angka pertumbuhan penumpang yang cukup tinggi. Namun, realisasi saat ini masih berada di bawah proyeksi tersebut sehingga tim melakukan pembaruan analisis berdasarkan data aktual dan perkembangan permintaan perjalanan masyarakat.

Di sisi lain, koridor Tanah Abang–Rangkasbitung menunjukkan pertumbuhan penumpang yang jauh lebih besar. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah pengguna pada koridor tersebut telah mencapai sekitar 77 juta perjalanan dan diproyeksikan meningkat hingga sekitar 85–86 juta perjalanan.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa sekitar 80–90 persen pengguna kereta api di wilayah Rangkasbitung memiliki pola perjalanan yang berkaitan dengan koridor menuju Tanah Abang. Temuan tersebut menunjukkan kuatnya hubungan perjalanan masyarakat Banten dengan wilayah Jabodetabek.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar untuk mengkaji kemungkinan pengembangan layanan kereta api dari Tanah Abang–Rangkasbitung hingga Serang dan Merak. Perpanjangan layanan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi hambatan akibat perpindahan moda yang selama ini dialami masyarakat.

Risiko Bencana Ikut Masuk Hitungan

Selain aspek permintaan dan kapasitas, studi juga memperhatikan kondisi fisik wilayah Banten. Tim melakukan inventarisasi terhadap kondisi topografi, geologi, hidrologi, serta potensi kebencanaan di sepanjang koridor perkeretaapian.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan kapasitas, tetapi juga mempertimbangkan potensi risiko bencana.

Hasil survei lapangan kemudian dipadukan dengan data resmi untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi rawan. Selanjutnya, lokasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi, baik dalam tahap perencanaan maupun pada tahap pembangunan dan pengoperasian.

Tambah Perjalanan Bisa Jadi Solusi Jangka Pendek

Data terkini menunjukkan pertumbuhan permintaan perjalanan kereta api yang cukup tinggi. Untuk koridor menuju Merak, jumlah penumpang diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat.

Bahkan, berdasarkan hasil analisis, sebagian kebutuhan perjalanan pada jam sibuk belum sepenuhnya dapat dilayani oleh kapasitas yang tersedia. Kondisi tersebut terlihat dari masih adanya calon penumpang yang tidak memperoleh tiket pada waktu-waktu tertentu dan akhirnya menggunakan moda transportasi lain.

Karena itu, peningkatan kapasitas tidak selalu harus langsung dilakukan melalui pembangunan double track. Dalam jangka pendek, operator dapat mempertimbangkan penambahan jumlah perjalanan kereta maupun penambahan rangkaian sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.

Analisis tersebut kemudian digunakan untuk menentukan kapan kapasitas layanan akan mencapai batas maksimum dan kapan investasi double track menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Tanah Abang–Rangkasbitung–Merak Dikaji Terintegrasi

Salah satu persoalan yang turut dikaji adalah adanya perpindahan moda bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari wilayah Rangkasbitung menuju wilayah Serang dan Merak.

Saat ini, pengguna dari koridor Tanah Abang–Rangkasbitung harus melakukan perpindahan layanan untuk melanjutkan perjalanan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api secara menyeluruh dari wilayah Banten hingga Merak.

Tim studi kemudian melakukan simulasi terhadap kemungkinan pengoperasian kereta api Rangkasbitung–Merak sebagai feeder maupun sebagai perpanjangan layanan dari Tanah Abang–Rangkasbitung. Kajian tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan investasi pendukung agar integrasi layanan dapat berjalan secara optimal.

Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 95 persen pengguna pada koridor yang dikaji memiliki keterkaitan perjalanan dengan layanan menuju Tanah Abang. Data ini semakin memperkuat pentingnya integrasi antarlayanan dalam pengembangan jaringan perkeretaapian Banten.

Akhir Pekan Buka Potensi Wisata

Selain melayani perjalanan komuter, kereta api lokal di Banten juga memiliki potensi besar untuk mendukung mobilitas wisatawan.

Berdasarkan pola volume harian, penggunaan kereta api lokal justru menunjukkan peningkatan pada akhir pekan. Jika pada hari kerja perjalanan lebih banyak didominasi aktivitas komuter pada pagi dan sore hari, pada akhir pekan terjadi peningkatan perjalanan dengan tujuan rekreasi.

Potensi tersebut diperkirakan semakin besar apabila jaringan kereta api terhubung dengan kawasan-kawasan wisata di Banten, termasuk kawasan pantai dan destinasi wisata lainnya.

Masyarakat dari Pandeglang, Rangkasbitung, Serang, hingga wilayah sekitar Jabodetabek berpotensi memanfaatkan kereta api untuk perjalanan wisata pada akhir pekan. Pola perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan jaringan kereta api tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi harian, tetapi juga dapat mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Angkutan Barang Juga Masuk Perhitungan

Sementara itu, dari sisi angkutan barang, saat ini masih terdapat layanan kereta api barang pada koridor tertentu, termasuk layanan dari wilayah Cilegon menuju Rangkasbitung.

Keberadaan angkutan barang tersebut menjadi bagian lain yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan kapasitas jalur. Dengan meningkatnya kebutuhan angkutan penumpang dan barang, pengembangan infrastruktur perkeretaapian perlu dilakukan secara terintegrasi agar kapasitas jalur dapat mengakomodasi kedua jenis layanan tersebut.

Secara keseluruhan, studi pengembangan perkeretaapian Banten diarahkan untuk menentukan kebutuhan kapasitas secara lebih akurat, mengidentifikasi waktu yang tepat untuk pembangunan double track, serta mengkaji peluang elektrifikasi dan integrasi layanan dari Tanah Abang hingga Merak.

Dengan pembaruan data permintaan, survei kondisi koridor, kajian kepemilikan lahan, analisis kebencanaan, serta simulasi pola perjalanan, pengembangan jaringan kereta api diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis: Ari