Puskesmas Maja Integrasikan CKG dengan Penanganan TBC Gratis
HITAM PUTIH, LEBAK – UPTD Puskesmas Rawat Inap Maja, Kabupaten Lebak, Banten, terus memperkuat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) di wilayah kerjanya.
Sepanjang Agustus 2026, kegiatan CKG telah dilaksanakan di sejumlah desa, di antaranya Desa Maja, Desa Maja Baru, Desa Gubugan Cibeureum, Desa Sindangmulya, dan beberapa desa lainnya.
Setiap pelaksanaan CKG menyasar sekitar 100 warga per desa. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga menjadi bagian dari strategi penemuan kasus TBC secara lebih dini.
Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Maja, Bd Hj Deminah PS, SKM, SST, mengatakan layanan kesehatan tersebut diberikan untuk masyarakat di 14 desa binaan Puskesmas Maja.
“Selama bulan Agustus 2026, Puskesmas Maja sudah melaksanakan CKG di beberapa titik, di antaranya Desa Maja, Desa Maja Baru, Desa Gubugan Cibeureum, Desa Sindangmulya dan desa lainnya, dengan sasaran 100 orang per desa,” ujar Deminah kepada hitamputih.co.id di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).
Menurut Deminah, CKG menjadi pintu masuk untuk menemukan masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun gejala TBC. Karena itu, masyarakat diminta tidak takut memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Jangan takut periksa. Gejala TBC itu antara lain batuk selama dua minggu, demam, keringat malam dan berat badan turun. Silakan datang ke Puskesmas Maja. Semua layanan gratis. Temukan cepat, obati tuntas sampai sembuh,” kata Deminah.
Ia menjelaskan, Puskesmas Maja berkomitmen menekan angka kasus TBC melalui penguatan CKG dan penanganan TBC secara terintegrasi di seluruh wilayah kerja yang mencakup 14 desa.
Program tersebut menyasar masyarakat umum, kelompok berisiko, serta kontak erat dengan pasien TBC.
“CKG tidak hanya untuk skrining umum, tetapi kami integrasikan langsung dengan program penanggulangan TBC. CKG menjadi pintu masuk. Dari situ kami bisa mendeteksi faktor risiko TBC, seperti batuk lama lebih dari dua minggu, demam, keringat malam dan berat badan turun,” jelasnya.
Apabila dalam proses skrining ditemukan warga yang diduga mengalami TBC, petugas akan melakukan tindak lanjut melalui pemeriksaan penunjang dan layanan sesuai kebutuhan.
Khusus dalam pelayanan CKG di Desa Sindangmulya, Puskesmas Maja memberikan sejumlah layanan. Pemeriksaan kesehatan umum meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan dan tinggi badan.
Selanjutnya dilakukan skrining TBC melalui penjaringan gejala serta pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC.
Untuk warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, Puskesmas Maja menyediakan pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) serta rujukan pemeriksaan rontgen.
Bagi pasien yang dinyatakan membutuhkan pengobatan TBC, layanan pengobatan diberikan secara gratis selama enam bulan dengan pendampingan Pengawas Menelan Obat (PMO).
Selain pemeriksaan dan pengobatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), etika batuk, serta langkah-langkah pencegahan penularan TBC.
Deminah menambahkan, pelayanan tidak hanya dilakukan di gedung Puskesmas. Tim Puskesmas Maja secara aktif mendatangi posyandu, balai desa dan rumah warga.
“Kami turun langsung bersama kader TBC, PKK dan pemerintah desa. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses pemeriksaan sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini,” pungkasnya.
Penguatan CKG dan penanganan TBC secara terintegrasi diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus, memastikan pasien mendapatkan pengobatan, serta membantu memutus mata rantai penularan TBC di wilayah Kecamatan Maja.
